UTS ARTIKEL JURNALISTIK 7A : MELONJAKNYA HARGA SAPI DI PASAR BEKONANG MENJELANG TAHUN BARU
Melonjaknya Harga Sapi di Pasar Bekonang Menjelang Tahun Baru
Yogi Arga Jalu Pratama
Sukoharjo 8 November 2022 – Sapi merupakah hewan yang sangat penting dalam mendonorkan protein untuk manusia melalui kandungan dalam dagingnya. Setelah sekian lama menurun karena penyakit PMK kini harga sapi melonjak kembali menjelang tahun baru.
Pasar hewan bekonang sebelumnya tutup sekitar hampir 5 bulan karena virus PMK menyerang ternak seperti sapi. Virus PMK sangat berbahasa bagi sapi. Sapi yang terkena virus PMK tiba-tiba kuku dan mulutnya rusak dang tidak akan bertahan lama dan akan mati jika tidak disembelih. Oleh karena virus PMK tersebut harga sapi sangat menurun drastic. Awalnya harga sapi jantan yang besar bisa mencapai 35 juta dan saat situasi PMK sapi jantan yang besar hanya terjual sekitar 23 – 25 jutaan, apa lagi saat terpapar virus PMK tersebut, harganya bisa turun hingga 50% dari harga normal.
Oleh karena itu Pemerintah Kaupaten Sukoharjo menutup sementara pasar hewan Bekonang dikarenakan penularan virus PMK yang sangat cepat. Penutupan pasar ini dalam bentuk penanggulangan virus PMK tersebut.
Setelah sekian lama tutup pasar hewan Bekonang buka kembali pada awal Oktober kemarin, dipasaran jawa Kliwon. Pemerintah berani membuka pasar hewan bekonang tersebut dikarenakan virus PMK sudah perlahan menghilang. Pada awal pembukaan pasar hewan bekonang para pedagang belum berani 100% membawa hewan ternaknya kepasar dikarenakan masih trauma dengan virus PMK.
Setelah pembukaan pasar ke 5 semua pedagang sudah berbondong-bondong membawa hewan ternaknya ke pasar hewan bekonang. Tetapi para pedagang mematok harga sapi dikisaan batas normal sebelum virus PMK bahkan lebih. Kenaikan harga sapi yang sangat tiba-tiba ini merupakan kenaikan menjelang tahun baru 2023. Saat menjelang tahun baru 2023, para jagal sapi berbondong-bondong berebutan hewan sapi yang ada di pasar hewan Bekonang ini. Tidak hanya sapi potong saja yang harganya melonjak, tetapi sapi kecil seperti pedet, bakalan, rowan juga sangan naik drastic harganya.
Untuk sapi potong para jagal juga mengeluh dengan kenaikan harga sapi ini. Sebabnya harga sapi naik tetapi barangnya sudah semakin langka karena habis dimakan virus PMK. Contohnya pak Supriyanto seorang jagal senior yang mengeluh dengan kelonjakan hargasapi menjelang tahun baru ini, “sapi semakin langka dan semakin mahal selepas PMK, saya sebagai jagal juga bingung bagaimana caranya bisa membeli sapi tetapi saat dipotong tidak rugi” kata pak Supriyanto.
Selain pak Supriyanto juga ada jagal senior dari kota Boyolali bernama Haji Yani yang mengeluh terhadap kenaikan harga sapi menjelang tahun baru 2023, “saya semakin kesini semakin pusing karena tidak ada barang (sapi) yang dipotong, harganya tidak masuk akal akhir-akhir ini, jika tidak membeli sapi tidak bisa memenuhi permintaan konsumen, jadi ya saya dan para jagal lainya yaitu harga sapi normal kembali” keluhan Haji Yani.
Selain para jagal yang pusing ada juga penjual pedetan atau bakalan yang sulit menjual dagangganya karena harga belinya sudah malah dan harga jualnya yang mahal juga sehingga para petani sapi ragu untuk membeli sapi pedetan maupun bakalan pada saat menjelang tahun baru ini.
Harga pedetan yang semula berharga normal dengan tarif 13 – 15 jutaan kini melambung drastis menjadi 18 – 20 juta perekor. Untuk bakalan yang awalnya dipatok harga 18 – 23 jutaan kini harganya sangat tidak masuk akal, harganya menapai 25 – 30 juta ada juga yang menembus 40 juta untuk sapi bakalan tergantung kualitasnya.
Selain kenaikan harga sapi yang sangat melonjak, kini juga sapi semakin langka karena virus PMK yang menyerang sapi dan menyebabkan bayak sapi yang tumbang. Kini para jagal dan pedagang sapi berharap supaya harga sapi untuk kedepanya bisa turun secara drastis juga keharga yang normal.



Komentar
Posting Komentar