UAS BAHASA JURNALSTIK 7A : KEUNIKAN CANDI PLAOSAN RAKAI PIKATAN
KEUNIKAN
CANDI PLAOSAN RAKAI PIKATAN
Candi plaosan merupakan
sebuah candi perpaduan Hindu dan Buddha yang diperkirakan oleh para ahli
dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu. Candi
ini dibangun pada awal abad ke-9 M. Candi plaosan ini merupakan candi yang romantis
karena perpaduan antara dua agama yaitu agama Hindu dan Buddha. Candi ini
didirikan oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu sebagai persembahan kepada
istrinya yang beragama Buddha.
Candi plaosan terletak
didesa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Candi ini merupkan
sebuah kompleks bangunan kuno yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu candi
plaosan lord dan candi plaosan kidul. Pada bangunan candi plaosan ini dibangun
dengan rapi dan baik, pahatan-pahatan yangterdapat pada candi plaosan ini
dipahat dengan sangat halus dan rapi seperti halnya dengan candi prambanan,
candi sewu dan candi sari.
Candi plaosan lor
merupakan sebuah komplek candi yang sangat luas sekali. Didepan candi plaosan
lor terdapat dua pasang patung arca Dwarapala yang saling berhadapan, dua
pasang arca tersebut terletak di pintu masuk utara dan selatan. Dipelataran utara
terdapat teras batu berbentuk persegi yang dikelilingi deretan umpakan batu,
diduga teras tersebut tempat meletakan sesajen.
Dipusat komplek candi
plaosan lor terdapat dua bangunan yang merupakan candi utama dari komplek candi
plaosan lor. Dua candi utama tersebut menghadap kearah barat dan dikelilingi
oleh bebatuan yang dibuat untuk pagar candi utama tersebut. Didinding bebatuan
yang mengelilingi candi utama dikelilingi oleh beberapa candi perwara yang
jumlahnya mencapai 174.
Candi plaosan kidul
terletak di sebelah selatan candi plaosan lor, candi plaosan lord dan kidul
hanya dipisahkan oleh jalan raya. Candi plaosan kidul pertama kali ditemukan
oleh ijzerman, seorang arkeolog belanda saat melakukan penelitian. Untuk candi
plaosan kidul hanya tersisa candi perwara dan untuk candi utamanya tersisa
reruntuhanya saja. Sebenarnya kedua candi tersebut merupakan candi kembar hanya
saja candi utama komplek candi plaosan kidul sudah tidak ada dan hanya tersisa
reruntuhannya.
Candi plaosan ini selain
candi kembar, candi ini juga memili beberapa keunikan yang tidak dimiliki oleh
candi lain. Keunikan tersebut berupa candi utama yang kembar serta teras yang
memiliki permukaan yang halus. Teras candi plaosan ini berbeda dengan candi
yang lain, untuk candi plaosan ini jika dilihat memiliki teras yang halus dari
pada candi lain walaupun dibangunan pada masa yang sama.
Selain itu juga ada
bagian bas relief candi yang memiliki gabaran berupa pria dan wanita. Relief
pria digambarkan tengah duduk bersila dengan tangan menyembah serta figure pria
dengan tangan vara mudradan vas dikaki dengan dikelilingi enam pria yang lebih
kecil. Untuk relief wanita digambarkan dengan keadaan berdiri dengan tangan
vara mudra dengan dikelilingi berupa buku, pallet dan vas.
Didalam candi plaosan
tersebut juga ada ruang ujian. Ruang ujian tersebut dikenal dengan istilah
Mandapa. Ruang ujian ini digunakan untuk menguji murid yang belajar di candi
plaosan. Para murid akan diuji satu persatu dan dinilai oleh 21 dewa yang duduk
didepanya. Ujian ini menjadi hal yang wajib dilalui oleh para murid untuk
menjadi cendekia.
Candi plaosan ini jika
komplek lor dan komplek kidul digabungkan, candi ini akan memiliki komplek yang
sangat luas. Hal tersebut dpat dilihat dari adanya pagar yang mengelilingi
candi seluas 460 meter dari utara keselatan serta 290 meter dari barat ketimur.


Komentar
Posting Komentar