UTS PROFESI JURNALISTIK 6A: STRAIGHT NEWS

 LONJAKAN HARGA DAGING SAPI MENJELANG HARI RAYA IDUL FITRI MENYEBABABKAN NAIKNYA HARGA SAPI DI WILAYAH SUKOHARJO


Sabtu, 23 April 2022. 15.00 WIB.

Penulis: Yogi Arga Jalu Pratama 



Proses penyembelihan sapi

Sukoharjo – Kenaikan daging sapi menyebabkan mahalnya harga sapi dipasaran khususnya wilayah sukoharjo. Kenaikan daging ini mengakibatkan pedagang daging pada mogok jualan dikarenakan bentuk protes terhadap naiknya daging sapi yang melonjak. Selain itu naiknya daging sapi juga mempengaruhi harga sapi dipasaran.

Daging pada umumnya menjadi makanan yang sangat istimewa dikalangan masyarakat, apa lagi menjelang idul Fitri dan idul adha, pasti masyarakat berbondong-bondong membeli daging sapi untuk disajikan saat idul Fitri.

Dengan demikian daging sapi saat ini menjelang idul fitri mengalami lonjakan harga, yang awalnya dari Rp 110.000.00/Kg menjadi Rp 125.000.00/Kg. Menurut Kuncoro (Peternak dan jagal diwilayah Polokarto Sukoharjo) “Harga daging melonjak sangat drastis yang biasanya naik sekitar Rp 3.000/Kg sampai Rp 5.000/Kg kini naik hingga Rp 15.000 / Kg”. Kenaikan daging sapi ini sangatlah membuat jagal dan pedangang daging sapi terkejut dan diluar dugaan, jagal dan pedagang daging sapi merasa pusing atas kenaikan daging sapi yang sangat melonjak ini.

Dengan kenaikan daging sapi ini banyak pembeli yang mengeluh, salah satunya bapak Seno (penjual bakso diwiliayah Polokarto Sukoharjo), menurut bapak Seno, "Seharusnya daging naik Rp 3.000/Kg sampai Rp 5.000/Kg saja, jika kenaikan daging mencapai Rp 15.000 perkilo akan rugi, karena bakso dijual dengan harga Rp 12.000/Mangkok itu pun saat daging masih normal, jika bakso saya naikan siapa yang akan beli, pembeli juga tidak mau"

Penyebab kenaikan daging sapi ini disebabkan oleh kelangkaan sapi lokal dan mahalnya harga pakan dan menyebabkan harga sapi juga ikut mahal, oleh karena itu daging pun juga ikut naik. Harga pakan yang awalnya Rp 220.000/50Kg kini melonjak drastis menjadi Rp 250.000/50Kg jadi penyebab malahalnya sapi dan daging sapi juga dilatar belakangi naiknya harga pakan tersebut.Kelangkaan sapi lokal  juga sangat mempengaruhi harga daging, karena sapi lokal yang siap untuk disembelih kian menipis dan langka.

"Harga sapi potong yang siap untuk disembelih sangat mahal, karena disebabkan oleh kenaikan pakan dan kelangkaan sapi lokal diwilayah Sukoharjo, mau tidak mau saya harus mencari sapi yang siap untuk disembelih diluar sukoharjo, walaupun harganya yang mahal saya tetap beli untuk stok hari raya idul fitri supaya tidak kehabisan sapi" Jelas Kuncoro (Pedagang dan jagal sapi diwilayah polokarto).

Walaupun harga sapi dipasaran juga ikut naik atau melonjak, para jagal masih tetap berbelanja sapi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Para jagal tidak memikirkan untung atau rugi, tetapi para jagal memikirkan permintaan konsumen dapat terpenuhi.

Oleh karena itu, pedagang daging sapi banyak yang mogok jualan lantaran harga daging sapi naik. Dengan mogok jualan ini pedagang berharap dapat keringanan atas kenaikan harga daging sapi tersebut. Pedagang berharap pemerintah meinpor sapi dari luar negeri, supaya pasokan daging terpenuhi jelang idul fitri dan harga daging tidak melonjak secara drastis. Begitu juga supaya sapi lokal tidak punah dan masih terjaga dan harga sapi lokal akan turun jika pemerintah meinpor sapi dari luar negeri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS BAHASA JURNALSTIK 7A : KEUNIKAN CANDI PLAOSAN RAKAI PIKATAN

UTS ARTIKEL JURNALISTIK 7A : MELONJAKNYA HARGA SAPI DI PASAR BEKONANG MENJELANG TAHUN BARU

ULASAN FILM "SHATTERED GLASS : SANG JURNALIS PENDONGENG"